Mitos Seputar Gazzele

Posted: 14/08/2011 in Gazzele
Tag:, , ,

Ada orang miskin kaya mendadak, hanya karena sepeda tua! hah?

Sepeda merk Gazelle buatan Belanda masuk ke Indonesia sudah sejak lama, disaat masa kolonial Belanda. Di zaman semua orang masih berjalan kaki, berkuda, atau memakai andong / dokar. Pada awalnya sepeda adalah kendaraan mewah yang hanya dapat dimiliki oleh para “bule” Belanda yang memiliki uang banyak. Lalu kemudian diikuti kepemilikannya oleh para raja dan para bangsawan Indonesia.

Selain sebagai salah satu merk sepeda yang paling awal masuk ke Indonesia dimasa kolonial Belanda, sepeda Gazelle juga dikenal paling mahal diantara semua sepeda yang ada di waktu itu. Ini memang kenyataannya pada masa itu karena sepeda merk ini terkenal mempunyai kenyamanan yang terbaik, materi spare part yg terbaik, juga secara otomatis memiliki kualitas terbaik dan reputasi yang baik, dan akhirnya memiliki harga yang terbaik yaitu mahal maksudnya, karena harga tidaklah bohong dan sebanding dengan kenyamanannya.

Setelah Belanda dan sekutunya kalah oleh Jepang di awal tahun 40-an, maka kolonial di Indonesia otomatis beralih pula ke negara Jepang tesebut. Di masa kolonial Jepang, warga lokal sangatlah ditindas. Semua harta rakyat dikuras habis, tenaga rakyat juga diperas habis, juga kekayaan alam diboyong habis-habisan untuk biaya peperangan dan bahkan nyawa juga jadi taruhannya.

Dari segala lapisan sosial masyarakat Indonesia yang memiliki harta seperti uang koin bahkan uang koin emas dan batangan emas berusaha menyembunyikan hartanya tersebut semampunya pada saat kolonial Jepang.

Tidak banyak tempat untuk bisa menyembunyikan harta kekayaannya itu. Ada yang berusaha menyembunyikannya dengan cara memasukkan hartanya dipohon bambu yang telah digergaji seperti layaknya celengan, ada yang didalam sumur, ada yang diatas pohon, bahkan ada yang menyembunyikannya di di dalam tiang-tiang rumah yang terbuat dari bambu betung yang besar.

Namun semua itu bisa ditemukan oleh tentara Jepang dan dibawa pergi. Tentara Jepang hanya merampas harta saja yang berupa emas dan perak. Sedangkan benda-benda lainnya tidak diambil oleh tentara Jepang, seperti sapi, kambing, sepeda, motor bahkan mobil.

Waktu berlanjut… ke tahun 50-an disaat Indonesia telah merdeka setelah melawan semua kolonialisme yang pernah mencabik bangsa ini.

Berawal di daerah seputaran pedalaman Jawa, setelah Indonesia merdeka, perekonomian semakin bagus, sebagian rakyat sudah bisa memiliki daya beli yang bagus. Maka, sepeda kayuh (ontel) bukan lagi barang mewah seperti dulu yang hanya bisa dinikmati oleh para kaya.

Para golongan atas bahkan sudah meninggalkan sepeda ontelnya, beralih ke sepeda motor dan mobil. Dan rakyat golongan bawah yang miskin mulai dapat membeli sepeda-sepeda bekas mereka para hartawan dengan harga murah tentunya.

Sepeda Gazelle kembali dicari oleh para petani, nelayan dan para buruh golongan bawah yang dulu konon paling nyaman untuk dikendarai. Maka mereka akhirnya tidak hanya dapat merasakannya, tapi bahkan memilikinya… aduh senangnya…

Seiring dengan maraknya import otomotif bermesin seperti motor dan mobil, maka harga sepeda ontel termasuk merk Gazelle sangatlah murah. Hingga suatu saat menjadi heboh…

Pada awal tahun 70-an ada seorang bapak yang ingin membeli sebuah sepeda tua bekas bermerk Gazelle yang dijual sangat murahnya. Ketika bapak bertanya kenapa dijual murah, maka si penjual berucap bahwa dia baru pertama kali itu memiliki sepeda Gazelle yang sebenarnya dia temukan disebuah gudang di rumah yang sudah lama tidak ditinggali alias ditelantarkan. Dan sang penjual beranggapan bahwa ternyata sepeda “orang kaya” itu berat saat dikayuh, tidak seperti sepeda-sepeda yang sebelumnya pernah dimilikinya.

Maka terjadilah transaksi yang murah, akhirnya sang pembeli mendapatkannya dan sepeda tersebut dikayuhlah ke rumahnya dengan niat untuk dibersihkan dan dirapihkan, istilahnya renovasi. Dia sempat juga menggerutu bahwa memang benar, berat sekali frame sepeda Gazelle ini.

Setelah sampai rumah, saat sepeda dipreteli terdengarlah bunyi gemerincing di dalam frame batangan tengahnya. Kemudian si pemilik pun berusaha untuk mengeluarkan benda yang bergemerincing dan menganggu pendengaran tersebut.

Setelah batangan sadel dibuka dan as pedal juga dibuka lalu batangan frame ditunggingkan keluarlah benda-benda yang bergemerincing tersebut, yang ternyata batangan emas ukuran kecil beserta perhiasan-perhiasan lain yang jumlahnya puluhan.

Maka takjub dan terbengonglah si bapak pembeli sepeda yang sangat beruntung ini. Matanya terbelalak tak berkedip, mulutnya melongo tak berucap… seperti tak percaya bagai mimpi, diapun memegang semua harta yang telah tersimpan dan tak tersentuh selama puluhan tahun tersebut. Dan setelah alam sadarnya kembali normal beberapa saat kemudian diapun tertawa gembira…

Berita tersebut sekejap tersebar keseluruh mata angin, heboh!. Ada orang miskin kaya mendadak, hanya karena sepeda tua! hah??? Sepeda apa? dapat dari mana? merknya apa? Gazelle!!!

Selidik punya selidik, ternyata sepeda tersebut adalah sepeda yang dijadikan tempat penyimpanan harta oleh seseorang atau suatu keluarga agar tidak dirampok oleh tentara Jepang yang terkenal sangat galak dan ganas. Dan bisa jadi seluruh keluarganya telah tiada dan tidak sempat menggunakan hartanya, karena terlebih dulu ditembus timah panas oleh tentara-tentara Jepang dimasanya dulu.

Maka sejak saat peristiwa itu, merk sepeda Gazelle buatan Belanda kembali terangkat. Dan cerita itupun kembali berlanjut diperdengarkan dari generasi ke generasi berikutnya dan tentu seiring juga dengan merk sepedanya, Gazelle!.

Sumber: http://www.GazelleDames.wordpress.com

Komentar
  1. Danang Setia Budi mengatakan:

    Wah ini bisa jadi alternatif promosi bisnis nih!😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s